Bantul, PASCASARJANA.nur.ac.id—Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (M-PAI) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu layanan akademik. Komitmen tersebut tercermin dalam hasil survei kepuasan mahasiswa yang mengukur penilaian mahasiswa terhadap kinerja dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta dukungan sarana dan prasarana akademik.
Survei dilakukan sebagai bagian dari evaluasi layanan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman mahasiswa selama mengikuti proses pendidikan dan menerima berbagai layanan akademik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa berada pada kategori yang sangat tinggi pada seluruh aspek yang diukur.
Pengukuran kepuasan mahasiswa mencakup lima dimensi utama, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible).
Pada aspek keandalan (reliability), sebanyak 95% mahasiswa memberikan penilaian Sangat Baik, sedangkan 5% memberikan penilaian Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pelayanan dinilai telah berjalan secara konsisten dan dapat diandalkan oleh mahasiswa.
Sementara itu, pada aspek daya tanggap (responsiveness), sebanyak 90% mahasiswa memberikan penilaian Sangat Baik dan 10% memberikan penilaian Baik. Capaian tersebut menggambarkan bahwa mahasiswa merasakan adanya respons dan kesediaan dari dosen, tenaga kependidikan, maupun pengelola dalam membantu menyelesaikan kebutuhan akademik secara cepat dan tepat.
Aspek kepastian (assurance) juga memperoleh hasil yang sangat positif. Sebanyak 95% mahasiswa menilai Sangat Baik, sementara 5% lainnya menilai Baik. Penilaian ini berkaitan dengan kemampuan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan ketentuan sehingga memberikan rasa yakin dan aman kepada mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademiknya.
Dimensi empati (empathy) memperoleh komposisi penilaian yang sama, yaitu 95% Sangat Baik dan 5% Baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perhatian, kepedulian, serta kesediaan dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa memperoleh apresiasi yang tinggi.
Adapun pada aspek bukti fisik (tangible) yang mencakup kecukupan, aksesibilitas, serta kualitas sarana dan prasarana, sebanyak 90% mahasiswa memberikan penilaian Sangat Baik dan 10% memberikan penilaian Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa fasilitas pendukung proses pendidikan dinilai telah mampu memberikan dukungan terhadap kenyamanan dan kebutuhan akademik mahasiswa.

Tidak Ada Penilaian Cukup dan Kurang Baik
Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa tidak terdapat penilaian pada kategori Cukup maupun Kurang Baik pada kelima dimensi layanan yang diukur. Seluruh respons mahasiswa berada pada kategori Baik dan Sangat Baik.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam evaluasi mutu layanan M-PAI. Namun demikian, hasil survei tidak hanya dipandang sebagai capaian yang perlu dipertahankan, tetapi juga sebagai dasar untuk melakukan evaluasi dan pengembangan layanan secara berkelanjutan.
Pengelola M-PAI berkomitmen untuk mempertahankan aspek layanan yang telah memperoleh apresiasi tinggi sekaligus mengidentifikasi ruang pengembangan, khususnya pada aspek yang memperoleh proporsi penilaian Baik. Upaya peningkatan diarahkan pada penguatan kualitas komunikasi akademik, kecepatan respons layanan, pendampingan mahasiswa, serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
Menjadi Dasar Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Survei kepuasan mahasiswa merupakan bagian dari proses evaluasi yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Hasil survei dapat digunakan sebagai masukan bagi program studi dalam melakukan perbaikan layanan secara terencana dan berkelanjutan.
Dengan capaian kepuasan yang tinggi pada seluruh dimensi, M-PAI akan terus menjaga kualitas layanan yang telah berjalan sekaligus memperkuat mekanisme evaluasi dan tindak lanjut. Pengelola juga mendorong agar masukan mahasiswa tidak berhenti pada pengukuran kepuasan, tetapi menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kerja dan peningkatan mutu pada periode berikutnya.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, MPAI berupaya membangun lingkungan akademik yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, mendukung proses pembelajaran, dan menciptakan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Hasil survei ini sekaligus menegaskan bahwa kepuasan mahasiswa menjadi salah satu bagian penting dalam upaya M-PAI membangun budaya mutu dan memastikan layanan akademik terus berkembang sesuai kebutuhan mahasiswa.
